Pemerintah Terus Lobi Arab Saudi untuk Akui Vaksin Sinovac

PJ Blog | Pemerintah Arab Saudi resmi mengizinkan jamaah asal Indonesia untuk bisa kembali melakukan ibadah umrah dalam waktu dekat. Hal ini dicapai setelah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi menandatangani nota diplomatik 8 Oktober lalu.

Untuk masuk ke Arab Saudi tanpa karantina ada beberapa kategori, diantaranya adalah terkait dengan vaksin yang digunakan. Bagi penerima vaksin penuh merek AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Johnson & Johnson, mereka diizinkan untuk langsung masuk ke Saudi tanpa karantina. Keempat vaksin ini merupakan vaksin yang disetujui oleh pemerintah Arab Saudi.

Adapun untuk penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm, diharuskan untuk mendapatkan vaksin booster dengan empat merek yang disetujui itu. Apabila tidak, maka diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari setelah kedatangan (Sumber : cnbcindonesia.com)

Diambil dari website resmi https://bpkh.go.id/ pada 30 oktober 2021, bahwa pemerintah saat ini terus berupaya agar vaksin yang digunakan pemerintah Indonesia diakui Kerajaaan Saudi.

Sementara itu Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan usulan lobi Kementerian Agama (Kemenag) terkait vaksin penguat jamaah umroh salah alamat. Menurutnya, pihak yang seharusnya mengurusi persoalan terkait vaksin adalah Kementerian Kesehatan, bukan Kemenag. (ihram.co.id)

Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada pengumuman dari Arab Saudi terkait penggunaan Sinovac atau Sinopharm di wilayah Kerajaan. “Secara sah WHO sudah mengakui (Sinovac dan Sinopharm). Namun, Saudi tidak menggunakan, itu saja masalahnya,” ujarnya.

Endang menolak memberikan prediksi terkait peluang diterima atau tidaknya usulan Kemenag untuk membebaskan jamaah yang telah menerima vaksin Sinovac atau Sinopharm dari suntikan booster (penguat). 

Hingga saat ini, hanya empat vaksin Covid-19 yang diakui dan digunakan di Kerajaan, yaitu Pfizer, AstraZeneca, Johnson&Johnson, dan Moderna. Sedangkan mereka yang telah menerima vaksin selainnya harus menerima vaksin tambahan (booster) dari empat vaksin yang diakui Saudi. 

Ya semoga saja lobi Pemerintah terkait Vaksin Sinovac atau Sinopharm  berhasil dan kita semua segera bisa pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh dengan aman tanpa ada kendala apapun. Aamiin

Tidak ada komentar untuk "Pemerintah Terus Lobi Arab Saudi untuk Akui Vaksin Sinovac"