Sembilan Ormas Islam Aswaja Bermazhab di Indonesi Versi Majalah Aula

PJ Blog | Aswaja atau Ahlussunnah Waljamaah adalah salah satu aliran dalam Islam yang mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan para sahabat, terutama Khulafaur Rasyidin. Menurut Jumhul (Mayoritas) Ulama, Aswaja adalah golongan pengikut Imam Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam teologi, sedang dalam fikih mengikuti salah satu mazhab empat. Sumber : Majalah Aula XLIII/10/2021 hal. 30

Mazhab empat sebagaimana tersebut diatas adalah :

  1. Mazhab Hanafi, yaitu mazhab Imam Abu Hanifah Al-Nu’man bin Tsabit, (lahir di Kufah pada tahun 80H dan meninggal tahun 150H)
  2. Mazhab Maliki, yaitu mazhab Imam Malik bin Anas bin Malik, (lahir di Madinah pada tahun 90H, dan meninggal pada tahun 179H)
  3. Mazhab Syafi’I, yaitu mazhab Imam Abu Abdilah bin Idris bin Syafi’I, (lahir di Gazza pada tahun 150 H dan meninggal pada tahun 204 H)
  4. Mazhab Hanbali, yaitu mazhab Imam Ahmad bin Hanbal, (lahir di Marwaz pada tahun 164H dan meninggal pada tahun 241 H)

Keterangan dalam Al-Mizan Al-Kubra : Jika tuanku yang mulia Ali al-Khawash r.h. ditanya oleh seseorang tentang mengikuti mazhab tertentu sekarang ini, apakah wajib atau tidak? Beliau berkata : “Anda harus mengikuti suatu mazhab selama anda belum sampai mengetahui inti agama, karena khawatir terjatuh pada kesesatan”. Dan begitulah yang harus diamalkan oleh orang zaman sekarang ini. Sumber : Solusi Problematika Aktuan Hukum Islam Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926 – 2010 M) hal. 2

Berikut ini adalah 9 (Sembilan) Organisasi Islam Aswaja dan Bermazhab yang ada di Indonesia Versi Majalah Aula :

1. Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama atau disingkat NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan didunia. Organisasi ini didirikan pada 31 Januari 1926 M (16 Rajab 1344 H) di Surabaya oleh KH. Hasyim Asy’ari dengan bergerak dibidang pendidikan, dakwah, social, dan ekonomi

2. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti)

Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) yaitu nama sebuah organisasi massa Islam nasional yang berbasis di Sumatera Barat. Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1930 di Sumatera Barat, dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah. Belakang organisasi ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga mencapai Kalimantan dan Sulawesi.

3. Mathla’ul Anwar (MA)

Mathla’ul Anwar merupakan ormas Islam yang utamanya bergerak dalam bidang pendidikan. Ormas tersebut didirikan pada 10 Juli 1916 oleh KH Mohammad Yasin, KH TB Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kader Mathla'ul Anwar telah tersebar di seluruh provinsi dengan memiliki ribuan madrasah

4. Alkhairaat

Alkhairaat adalah organisasi komunitas Islam terbesar di Indonesia Timur yang berbasis di Palu, Sulawesi Tengah. Organisasi ini didirikan oleh ulama Arab Indonesia yang lahir di Hadhramaut bernama Habib Sayyid Idrus bin Salim al-Jufri pada 30 Juni 1930.

5. Nahdlatul Wathan (NW)

Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dijuluki Tuan Guru Pancor serta Abul Masajid wal Madaris (Bapaknya Masjid-masjid dan Madrasah-madrasah) pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah. Organisasi ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

6. Darut Da’wah wal Irsyad (DDI)

Darud Da’wah Wal Irsyad ( DDI ) merupakan realisasi dari keputusan musyawarah Alim Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah se Sulawesi Selatan tentang perlunya dibentuk suatu organisasi guna lebih meningkatkan fungsi dan peranan MAI Mangkoso, maka muncullah beberapa usul tentang nama bagi organisasi yang akan dibentuk itu.  Antara lain usul dari K.H. Muh. Abduh Pabbajah dengan nama  “نصر الحـقّ”, dari Ustadz H. Muh. Thahir Usman mengusulkan nama “العـروة الوثقى”, sementara Syekh Abd. Rahman Firdaus mengusulkan nama  “دارالدعـوةوالارشـاد“. Setelah dimusyawarahkan, maka yang disepakati secara bulat adalah nama “Darud Da’wah Wal Irsyad”

7. Persatuan Umat Islam (PUI)

Persatuan Umat Islam (PUI) adalah organisasi yang berdiri pada tahun 1952 di Bogor, yang mana organisasi ini berasal dari peleburan Perserikatan Oemat Islam (POI) yang didirikan leh KH. abdul Halim di Majalengka dan Al Ittihadiyatul Islamiyah Indonesia (AII) yang didirikan oleh KH. Ahmad Sanusi. Beberapa hal yang mendasari adanya peleburan organisasi ini adalah keprihatinan sebagai anggota kedua organisasi tersebut dengan apa yang terjadi waktu itu yaitu adanya perpecahan organisasi Islam di Indonesia waktu itu, seperti pisahnya beberapa unsur Masyumi.

8. Al-Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah)

Al-Jam’iyatul Washliyah merupakan organisasi Islam yang lahir pada 30 November 1930 dan bertepatan 9 Rajab 1349 H di Kota Medan, Sumatera Utara. Aljam’iyatul Washliyah yang lebih dikenal dengan sebutan Al Washliyah lahir ketika bangsa Indonesia masih dalam penjajahan Hindia Belanda (Nederlandsh Indie), sehingga pendiri Al Washliyah ketika itu turut pula berperang melawan penjajah Belanda. Tidak sedikit tokoh Al Washliyah yang ditangkap Belanda dan dijebloskan ke penjara.Tujuan utama untuk mendirikan organisasi Al Washliyah ketika itu adalah untuk mempersatukan umat yang berpecah belah dan berbeda pandangan.

9. Al Ittihadiyah (AI)

Al Ittihadiyah merupakan organisasi Islam yang berdiri sejak tahun 1935. Lahir sebagai pemersatu dan perekat umat saat terjadi perpecahan. Ormas yang berdiri di Medan ini merupakan salah satu pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan dalam pendidikan, dakwa, ekonomi, dan sosial.

Tidak ada komentar untuk "Sembilan Ormas Islam Aswaja Bermazhab di Indonesi Versi Majalah Aula"